Garut, 29 December 2013
Di
penghujung tahun 2013 ini, Alhamdulillah kami 14 goweser dari Bandung
bisa datang dan bersilaturahmi mengunjungi rekan-rekan goweser di Garut
dan bersama-sama gowes bareng ke Air Terjun Sanghyang Taraje. Saya pribadi pernah mendengar keindahan pemandangan di air terjun ini setahun yang lalu tetapi belum ada kesempatan saja untuk bisa mengunjunginya.
Rencana
awal trip bersepeda ke Garut ini adalah di awal bulan December tetapi rekan-rakan
KGC pada tanggal tersebut melaksanakan kegiatan Bike Camping ke Gunung
Karacak sehingga kami harus menunda perjalanan ke rute ini.
Tidak
seperti biasanya juga kami melaksanakan kegiatan bersepeda ini di hari
Minggu karena beberapa rekan ada yang tidak bisa berangkat bila diadakan
hari Sabtu sehingga kami menggeser ke hari ini agar semua anggota bisa
gowes bareng menutup tahun 2013.

Kami
berangkat menggunakan empat kendaraan roda empat dari bilangan Buah
Batu pukul 05.00 kala itu dan perlahan memasuki gerbang tol Buah Batu
menuju Cileunyi. Kami sepakat berangkat pagi untuk menghindari kepadatan
di Rancaekek dan ternyata benar saja saat kami melintasinya sudah terjadi kepadatan mungkin karena memang saat itu sedang musim liburan akhir tahun.
Tiba
di kota Garut kami langsung menuju titik pertemuan dengan rekan-rekan
Garut untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Cikajang dan
berbelok kanan ke arah Bungbulang, Truk kami berhenti di tempat start di
Afdeling kebun teh Cisaruni.
Menurut
kang Deny untuk pemanasan kami akan turun melalui jalan aspal yang
membelah perkebunan teh Cisaruni hingga memasuki Cisadaan, di sini kami
membungkus nasi untuk dinikmati saat kami tiba di air terjun Sanghyang
Taraje.

Cuaca kala itu cukup panas hingga kami harus sesaat menepi sejenak sekedar untuk rehat sejenak dan menghilangkan dahaga juga sekedar mengambil beberapa gambar di tebing berbatu atau mengabadikan beberapa rekan yang memang saat itu tertinggal di belakang. Walaupun tertinggal rekan sweeper dari KGC Garut selalu siap menemani hingga re-grouping kembali.

Tak
lupa kami membuat foto keluarga di depan air terjun ini. Puas
mengabadikan indahnya air terjun dengan camera, kami melanjutkan dengan
Isoma (Istirahat Sholat dan makan siang) di sini sebelum kami melanjutkan perjalanan kembali.
Rute
setelah Air Terjun ini masih berupa jalan yang menurun dan di beberapa
tempat masih berbatu hingga kami bertemu pedesaan, mulai dari pedesaan
ini jalan mulai mendaki sangat tajam. Walaupun lintasan berupa aspal
namun cukup licin karena pasir yang melumuri permukaan jalan yang baru
di aspal baru tersebut. Melalui lintasan ini menguras energi kami hingga
pada akhirnya membawa kami tiba di Pakenjeng.
Di
Pakenjeng kami beristirahat sejenak dan berdiskusi untuk kelanjutan
bersepeda menuju kembali ke Kota Garut karena lintasan yang mendaki
tajam menuju Cisadaan dan Cikajang. Kami dari KGE memutuskan untuk
loading kembali sedangkan rekan-rekan dari KGC melanjutkan dengan
bersepeda menuju kota Garut.
Pekerjaan
loading membutuhkan waktu hampir 1 jam lamanya belum lagi melalui jalan
yang berlubang menuju Cisadaan yang pada akhirnya kami tiba di rumah
Kang Deny terpaut 1 jam lebih lama dibandingkan rekan-rekan dari KGC.
Di
rumah Kang Deny kami telah dinanti oleh nasi liwet peda, sambal
Cibiuk, ayam bumbu kecap dan tahu tempe yang telah disajikan oleh Istri
Kang Deny. Menurut kami lebih baik tidak usah mencobanya bila pada
akhirnya malah akan membuat ketagihan apalagi dengan Sambal Cibiuknya.
Tepat
pukul 20.00 kami pun berpamitan pulang untuk kembali ke Kota Bandung.
Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan goweser Garut sudah
membawa kami mengunjungi Air Terjun Sanghyang Taraje.
Pada kesempatan ini pula kami dan yogisunardi.blogspot.com mengucapkan: