
Lembang, 15 December 2013
KGE (Kagok Gowes Edan) biasanya setiap
Sabtu pagi berkumpul di AlfaKar atau Alfa Mart di Jalan Karapitan untuk
selanjutnya memutuskan hendak bersepeda ke daerah di seputaran kota
Bandung.
Sehari
sebelumnya kami berbincang di Group bahwa Sabtu ini akan bersepeda dan
kuliner ke seputaran Dago Pakar saja karena salah seorang rekan dari
kami ada yang Habede (HBD), biasanya untuk Selamatan atas Hari Ulang
Tahun atau Selamatan atas sepeda baru.
Pagi
ini saya berangkat dengan sepeda hardtail dan tetap membawa jas hujan
karena saat ini hujan mulai turun saat siang hingga malam hari tak lupa
ban cadangan 2 buah karena saya menggunakan sepeda dengan lingkar ban
29" yang berbeda dengan teman-teman yang lain.
Tepat
pukul 07.00 kami sudah berkumpul di tikum (titik kumpul) beberapa rekan
langsung memesan sarapan sambil menunggu beberapa rekan yang belum
datang. Kang Lucky Mourz yang berkata "asa kagok mun nyapedah ngan
sakedap, siang tos bengong di bumi" dan dia mengusulkan untuk bersepeda
ke Cisalak Subang.
Beberapa
rekan langsung setuju dan saya sempat bertanya bagaimana trek di sana
karena saya pagi ini menggunakan sepeda hardtail. Kang Erik menjawab
kalo trek di sana perkebunan hingga finish di Subang dan saya pun setuju
kalo sekedar perkebunan saja.
Kami
langsung memesan kendaraan pick up dari bilangan Dipatiukur yang nanti
akan membawa kami hingga mendekati Puncak Eurad, maklum saja biar bisa
segera Finish di Cisalak Subang.
Tiba
di batas kami langsung berdoa bersama dan bergegas untuk mulai
bersepeda karena waktu sudah menunjukan pukul 10.40 saat itu. Kami
sepakat untuk makan siang di desa pertama setelah Puncak Eurad ini.
Saya
beberapa kali berhenti di beberapa tempat sekedar untuk mengabadikan
pemandangan indah dari lintasan Puncak Eurad ini dan seperti biasa
selalu tercecer di belakang dengan Sweeper sekedar untuk membereskan
Camera ke dalam tas ransel setelah mengabadikan sesuatu.
Setelah
makan siang di beberapa lintasan masih berupa jalan makadam yang
membuat salah seorang rekan kami mengalami pecah ban dalam karena Stones
Bite dari lintasan makadam. Tak lama berselang sebelum memasuki single
trek giliran sepeda Kang Erik mengalami pecah ban juga, di sini Halimun
tebal berangsur turun menyelimuti kami dan terus berangsur semakin gelap
yang pada akhirnya hujan lebat pun mulai membasahi kami saat kami mulai
memasuki single trek.
Keluar
dari single trek ini Kang Erik mengalami pecah ban dalam lagi yang
memakasa kami berhenti kembali di bawah curah hujan yang lebat dan
halimun yang masih setia menemani kami juga hawa dingin yang mulai
menusuk-nusuk raga kami.
Kami
melanjutkan perjalanan kembali dan berbelok kanan melalui single trek
kembali, di sini lintasan lebih licin dari single trek sebelumnya. Di
salah satu tempat malah terdapat bekas longsoran yang memaksa kami
meng-estafet kan sepeda-sepeda kami bergantian.
Jatuh
bergantian pun menjadi pemandangan saat itu maklum saja lintasan
cenderung keramik yang licin sekali, edan karena kami semua tidak ada
yang membawa Protektor satupun dan tidak membawa tali webbing untuk
evakuasi karena di beberapa tempat di kanan kami terdapat jurang-jurang
yang terlihat mengangga dan siap melahap bila kami tidak berhati-hati
saat melaluinya.
Alhamdulillah
kami panjatkan saat pukul 17.00 mulai menjumpai desa pertama di Cisalak
yang jalan-jalan desanya dipenuhi genangan air karena hujan deras saat
itu. Kendaraan pick up kami sudah menunggu di alun-alun Cisalak.
Setelah
sepeda-sepeda dimuat ke kendaraan pick up dan menikmati makan di dekat
alun-alun Cisalak, Kami sepakat untuk sewa angkot untuk kembali ke kota
Bandung dari sini karena hujan masih tetap setia menemani hingga saya
tiba di rumah pukul 20.30.
Terima kasih teman-teman, gowes hari ini semakin edan saja rupanya.
Gpx file for this trip, you can be download on:
http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=2506525
0 comments:
Post a Comment