follow me #yogisunardi

Instagram

Twitter:

Pages

Wednesday, November 5, 2014

AM Gn. Papandayan Garut - Pangalengan - Ciparay
















Garut, 01 November 2014

Setelah sekian lama tidak ber-AM ria, akhirnya hari ini Sabtu 01 November 2014 bisa ber AM lagi. Banyak peserta yang batal berangkat hingga tersisa 8 pesepeda dari Bandung dan akan ditemani 7 pesepeda dari KGC Garut.

Rute kali ini sama persis dengan yang saya lakukan pada Desember 2009 lalu, start dari parkiran Kawah Gn. Papandayan menyusuri medan terjal menuju Lawang Angin, Pondok Saladah dan Hutan Mati 

Kami start dari parkiran kawasan wisata Kawah Gunung Papandayan pada pukul 10.30 untuk selanjutnya menuju Lawang Angin, dari yang gowesable hingga harus mendorong sepeda di bawah cerah dan teriknya sinar matahari di kawah ini.

Tiba di Lawang Angin saat Adzan Zuhur sayup-sayup terdengar nun jauh dan entah dari Mesjid mana berasal. Kami sholat di musholla kecil di sini sebelum melanjutkan ke Pondok Saladah dan Hutan Mati.

Terlihat cukup banyak yang camping di Pondok Saladah saat kami menuju Hutan Mati sekedar untuk foto di kawasan tanaman bunga Edelweis.

Setelah dirasa puas berfoto di kawasan ini, perjalanan kami lanjutkan turun melalui jalur makadam dan single trek perkebunan dan perkebuna teh hingga ke Cibutarua dan menikmati makan siang yang terlambat di perkebunan teh Sedep Pangalengan pukul 17.00.

Bonus night ride bada Maghrib dari Sedep-Rancasari-Situ Cisanti-Pecet hingga finish Ciparay menjadi pelengkap perjalanan bersepeda kali ini.

Total jarak tempuh 54Km yang terpantau dari handheld saat finish di Ciparay.

Regards,
Yogi





































































































































Share On:

Thursday, October 2, 2014

Trail Run, Gn.Palasari














Bandung, 30 August 2014

Bentuk lain dari selingan dari kegiatan bersepeda selain Tennis, lari 10K dan Renang kali ini saya mencoba Trail Run diseputaran Gunung Palasari di Bandung.

Hal pertama yang dirasakan saat mulai start di ketinggian 1000m di atas permukaan laut adalah bernafas yang terasa agak berat karena supply oksigen yang berkurang dibandingkan dengan di permukaan rendah atau di pantai sekalipun.

Cukup lama untuk menyesuaikan hal bernafas ini, setelah menempuh jarak 2Km baru mulai terasa normal mungkin perlu penyesuaian terlebih dahulu tidak bisa langsung start.

Hal lain yang terasa tidak enak dibandingkan bila berolahraga sepeda adalah saat melintasi lintasan menurun, di mana bila bersepeda lintasan turun adalah hal yang dinanti nantikan untuk memacu adrenalin atau dapat dikatakan ajang balas dendam setelah capek menanjak. Sedangkan saat melakukan trail run kaki ini menjadi tumpuan untuk menahan tubuh supaya tidak jatuh, kebayang kan alangkah berat kerja si kaki melakukan perjalanan menurun ini.



Cheers,
yogisunardi.blogspot.com










Share On:

Thursday, September 25, 2014

Palasari 10



Bandung, 21 September 2014

Rute kali ini, rute riang bergembira saja karena selain dekat dari Bandung juga rute setengah hari.
Kami berangkat berdua menuju desa Palintang dengan waktu tempuh 2 jam up hill hingga SD Palintang Jaya dari by pass Sukarno Hatta.

Di warung depan SD tersebut merupakan Pit Stop pertama kami sebelum melanjutkan menuju perbatasan, perbatasan di sini adalah batas nanjak dari Palintang dan menurun bila hendak menuju Cibodas atau Maribaya juga Lembang.

Di batas ini kami berbelok ke kiri di warung dengan atap terpal biru menuju single trek Babagongan, baru saja mengayuh sepeda 300 meter dari warung kami sudah dihadang dengan pohon-pohon pinus yang melintang menghalangi jalur kami, menurut penduduk setempat bahwa sehari sebelumnya di wilayah ini dilanda hujan angin yang berakibat banyaknya pohon pinus yang tumbang.

Setelah melalui Babagongan sejauh 1.5km kami berbelok kanan memasuki perkebunan kopi, di sini kami sempat tersesat karena pertigaan dekat saung tertutup oleh pohon-pohon pinus yang tumbang.

Alhamdulillah akhirnya kami dapat kembali ke jalur semula dan terus berlanjut hingga Batu Loceng dan Jatihandap.

Cheers,
yogisunardi.blogspot.com




















Share On:

Thursday, June 26, 2014

Solo Riding Tasikmalaya-Cikatomas-Cimerak-Batu Karas-Pangandaran

Cikarang, 26 June 2014

Hari ini tepat satu bulan di mana dalam kesehariannya tanpa diisi dengan kegiatan olahraga atau pun bike trip yang biasa rutin dilakukan pada hari Sabtu atau Minggu, hal ini dikarenakan masih dalam recovery atas cedera tangan pada akhir bulan May lalu.

Merasa jenuh tidak ada yang bisa dicurahkan pada blog ini yang membuat saya mencoba menulis perjalanan bersepeda saya dahulu kala yang memang belum sempat ditulis pada blog ini.

Perjalanan bersepeda menempuh rute sesuai judul diatas ini saya dedikasikan kepada teman-teman saya yang setelah Lebaran 1435 H nanti akan mencoba rute ini.

Rute bersepeda touring ini saya lakukan pada tahun 2007 di mana kala tersebut merupakan remedial seorang diri yang dimulai dari seputaran terminal Cilembang Tasikmalaya untuk kemudian menuju Cimerak melalui Cikatomas.

Cikatomas merupakan pertigaan ke kiri di antara perjalanan Tasikmalaya bila hendak menuju Cipatujah. Saat itu lintasan Cikatomas menuju Cimerak berupa aspal hotmix yang mulus namun cenderung mendaki dan menurun.

Dari Cimerak hingga Batukaras berupa jalan yang menurun, Saya tiba pukul 13.00 dan saat itu telah menempuh 95Km hingga tiba di Batu Karas. Cuaca lumayan panas khas lintasan menuju pantai laut selatan

Finish di pantai Pangandaran pukul 16.00 setelah berpanas-panas ria dari Batu Karas yang berjarak 32Km yang terasa seakan tidak sampai-sampai.

Marhaban ya Ramadhan 
Mohon Maaf Lahir dan Batin











Share On: