follow me #yogisunardi

Instagram

Twitter:

Pages

Tuesday, January 27, 2015

Solo Riding, On Road Bandung-Pangalengan-Malabar-Kertasari-Ciparay-Bandung




Pangalengan, 25 January 2015

Berhubung belum ada event gowes AM lagi setelah dari Gunung Papandayan dan belum ada waktu yang pas dengan rekan goweser lainnya akhirnya memutuskan untuk gowes seorang diri ke Kota Pangalengan pada hari ini.

Pukul 05.30 saya seorang diri mulai gowes perlahan melalui Buah Batu, Bojong Soang hingga kota Banjaran sayup-sayup terdengar dari gadget membisikkan bahwa saya sudah menempuh jarak 20Km.

Dari Banjaran saya berbelok ke kiri untuk memulai jalan menanjak hingga kota Pangalengan, dengan gowes tanpa berhenti dari rumah saya hanya bisa mencapai Pangalengan dengan waktu tempuh 3 jam 15 menit dengan jarak 41Km.

Gowes ke Pangalengan dari Bandung merupakan hal pertama bagi saya yang akan melanjutkan perjalanan ke perkebunan teh Malabar, Santosa, Kertasari,, Situ Cisanti, Ciparay dan kembali ke Kota Bandung.

Di kota Pangalengan saya berhenti sesaat sekedar untuk istirahat sambil menikmati segelas teh manis hangat. Di warung si Ibu ini saya sempat tergoda dengan hidangan makanan yang sudah siap tersaji tetapi hal tersebut tidak saya lakukan dengan pertimbangan lintasan yang masih menanjak hingga Perkebunan Teh Kertasari.

Memasuki perkebunan teh Malabar, udara mulai terasa dingin dan view kebun teh yang tak bosannya untuk dilihat dan diabadikan dengan camera yang ada.

Saat memasuki perkebunan teh Sentosa tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan tidak ada tempat untuk berteduh. Alhamdulilah saya selalu siap membawa jas hujan di dalam tas punggung.

Udara dingin terasa saat menusuk di ketinggian 1800m dpl hingga saya mulai memasuki jalan menurun memasuki Kertasari.

Cuaca mulai terasa hangat saat saya memasuki Cibeurem, Pacet dan awan gelap pekat akhirnya yang menyambut kedatangan saya di kota Bandung tepat pukul 13.30.

Cheers





















Share On:

Monday, January 26, 2015

Pangandaran Lagi, Kali Ini Gowes



Pangandaran, 17 January 2015

Awal tulisan di awal tahun 2015 ini adalah ke Pangandaran lagi setelah di penghujung tahun 2014 (tulisan sebelumnya) tetapi kali ini gowes 100Km dari Tasikmalaya-Manonjaya-Banjar-Banjarsari-Pangandaran.

Di hari yang sama 900 bikers mengikuti Tour De Pangandaran yang diadakan oleh B2W Tasikmalaya dan Telkom menempuh rute perjalanan yang sama.

Saya sendiri, Pak Putranto, Masno berangkat pukul 03.30 dari Bandung menuju Kota Tasikmalaya, lalulintas saat itu cukup lengang hingga kami tiba di titik start kami.

Tepat pukul 08.00 kami memulai start kami melalui Pangkalan Udara di Tasikmalaya hingga mulai memasuki Manonjaya, lintasan on road-nya berupa aspal mulus dan berkelok kelok hingga memasuki kota Banjar.

Memasuki kota Banjar cuaca mulai terasa panas hingga kota Banjarsari, di sini saya tidak sengaja berhenti untuk menunggu 2 rekan yang ada di belakang. Rupanya tempat ini merupakan Mesjid yang waktu bulan Desember lalu saya Sholat Subuh saat hendak menuju Pangandaran. 

Sambil menikmati segelas teh manis dari warung di sisi jalan, saya sempat memperhatikan bahwa perjalanan sudah menempuh 51km atau separuh jalan.

Selepas Banjarsari sebelum memasuki tanjakan Karang Nini, hujan mulai mengguyur kami dan hembusan angin kencang menyambut kami tepat pukul 13.00 di alun alun kota Pangandaran.

Cheers,
Yogi















Share On:

Wednesday, December 17, 2014

Citumang Pangandaran, Body Rafting




Pangandaran, 06 - 07 December 2014

Sudah lama tidak menulis di Blog ini, mengumpulkan nyawa sekedar supaya semangat menulis kembali.

Sabtu dini hari pukul 12.30 kami berangkat dari Bandung menuju Pangandaran, lalu lintas terasa sangat lengang sekali baik di Rancaekek, Nagreg juga Ciawi Tasikmalaya.

Saya pribadi sangat tidak menyukai bila harus tidur di dalam perjalanan panjang mungkin dapat dikatakan karena tidak terbiasa saja, sempat terpikir dan terucap salut untuk para pemudik yang sudah terbiasa menempuh perjalanaan di atas 24 jam melalui jalan darat.

Kami tiba di Kota Banjar pukul 04.00 untuk selanjutnya mencari mesjid terdekat untuk melakukan ibadah Sholat Subuh dan beristirahat sejenak dan melanjutkan ke pantai tujuan kami.

Tiba di Pangandaran pukul 06.30 kami tidak dapat langsung check in di The Arnawa Hotel karena hal tersebut baru dapat dilakukan pukul 07.00, kami hanya menitip barang-barang di lobby dan melihat seputaran hotel saja. Saya secara pribadi sangat suka dengan hotel ini, di bulan Desember ini baru genap berusia 1 tahun sesuai dengan perkataan dari pemiliknya yang sangat ramah menyambut dan sempat berbincang dengan kami.

Setelah check in dan berganti pakaian, kami bergegas menuju Citumang yang berlokasi antara Kota Pangandaran dengan Batu Karas. Kami berbelok kanan dan melalui jalan yang sangat sempit sekali untuk menuju tempat parkir 1 kawasan wisata Citumang.

Barang-barang pribadi sebaiknya dititipkan di dalam Loker yang tersedia di kantor penyelenggara kegiatan Body Rafting ini.

Kami membayar Rp. 50.000 per satu orang termasuk dengan Pelampung, Tenaga Pemandu dan Tenaga Rescue. Sebaiknya menggunakan sepatu plastik yang sudah disediakan panitia karena kami harus berjalan cukup jauh menuju tempat start dan melalui tempat parkir 2.

Cerita selanjutnya.....silahkan untuk melihat foto-foto di bawah ini saja ya. Besar harapan foto-foto tersebut dapat bercerita asyiknya ber body rafting di Citumang Pangandaran.

Enjoy and Cheers.


























































































































































   




Share On: